TAKBIR ITU KINI…

allahu_akbar

DULU, SELALU AKU MENDENGAR TAKBIR DARI SURAU-SURAU, MESJID, SERTA DI SETIAP JENGKAL GERAK DALAM IRAMA SHALAT LIMA WAKTU. DAN ACARA-ACARA RITUAL TERTENTU DI KAMPUNGKU. SEMISAL TAHLILALAN, MANAQIB, DAN LAIN-LAIN. ATAU SAAT YANG PALING MENYENANGKAN: TAKBIR KELILING KAMPUNGKU UNTUK MEMBUKA DATANGNYA IDUL FITRI, ATAU IDUL ADHA. SAMBIL MEMBAWA OBOR BIKINAN BAPAKKU, HASIL MEMOTONG TANAMAN BAMBU BELAKANG RUMAH NENEKKU.

Dan rasanya SEMUA ITU, seperti berada dalam pelukan tuhan, SERASA DALAM BAYANG-BAYANG TUHAN YANG PENUH KELEMBUTAN DAN INDAH. TIADA HARI KECUALI KUKUMANDANGKAN TAKBIR ITU DENGAN PENUH SEKSAMA. BERHARAP RAHMAT ALLAH SWT, DAN RIDHO-NYA HADIR DISETIAP JENGKAL LANGKAH DAN KEHIDUPANKU.

MOTIVASI ORANG MENGUMANDANGKAN KATA AGUNG ITU, SEBAGAI PENGAKUAN BAHWA MANUSIA INI KECIL. TAK BERDAYA TANPA ADA KUASA-NYA. SEKALIGUS WUJUD SYUKUR ATAS KARUNIA YANG TERAMAT BESAR YANG DIBERIKAN KEPADA MANUSIA.

TAPI, KINI TAKBIR ITU DIKUMANDANGKAN ORANG DENGAN EMOSI, MARAH, UNGKAPAN PEMBUKA SAAT AKAN MELAKUKAN PERUSAKAN BANGUNAN RUMAH, DISKOTIK, DITERIAKKAN UNTUK MEMBELA TERDAKWA ORANG YANG TERSERET DALAM KASUS KEKERASAN. DAN…. SEMUA ITU MENYAKITKAN, MEROBEK HATIKU, MENGUNYAH-NGUNYAH SEJARAH INGATANKU TENTANG KEBAIKAN TAKBIR….

AKU BAHKAN CENDERUNG MALU, SAAT ORANG MENGUCAPKAN KATA ITU KINI. NILAINYA TELAH LENYAP DIBOMBARDIR PEMAHAMAN YANG “KELIRU”. KEKERASAN YANG DIBALUT TAKBIR..KEKEJAMAN MENGATASNAMAKAN TUHAN.

PADAHAL, TUHAN PEMILIK ALAM SEMESTA INI, TAK MENYUKAI ORANG ATAU HAMBANYA BERBUAT KERUSAKAN, ANIAYA DAN KEKERASAN.

JUBAH PUTIH ATAU SORBAN, YANG DULU AKU PAHAMI SEBAGAI SIMBOL-SIMBOL KESALEHAN ORANG DAN SOSIAL. KINI TELAH RUNTUH. PEMAKAI JUBAH SEKALIGUS PEMEGANG BATU UNTUK MELEMPAR ORANG HINGGA BERDARAH-DARAH. PEMAKAI JUBAH SEKALIGUS JUGA PEMEGANG PENTUNGAN MERUSAK WARUNG-WARUNG KECIL PENJUAL NASI DI BULAN RAMADHAN.

JUBAH PUTIH TELAH DITAKUTI BUKAN KARENA KESANTUNANNYA. TAPI DITAKUTI KARENA DIA AKAN MERUSAK. MENGANCAM PERIUK NASI ORANG. MENGANCAM EKSISTENSI RAKYAT KECIL YANG SESUNGGUHNYA HANYA SEKADAR MENCARI SESUAP NASI BUAT KELUARGNYA.

TAKBIR, JUBAH PUTIH, SORBAN PANJANG, TELAH BERUBAH MONSTER MENAKUTKAN. MENGANCAM KEBEBASAN BERKREATIFITAS. MENGANCAM PERBEDAAN. DAN AKUPUN TAK TAU LAGI HARUS MENGUCAPKAN APA SEKARANG? TAKBIR, MEMAKAI JUBAH, ATAU MENGUCAPKAN KATA-KATA JOROK DAN KOTOR. PEMEKIK TAKBIR DAN PEMAKAI JUBAH ITU TELAH MENGABURKAN NILAI-NILAI AGUNG AGAMANYA.

TUHAN MEMERINTAHKAN CARA MENCERITAKAN AGAMA DENGAN ELEGAN DAN ELOK SERTA CERDAS. TAPI TERNYATA AJARAN TUHAN BANYAK DIABAIKAN. BANYAK YANG MEMILIH DENGAN CARA BAR-BAR. PADAHAL SOAL HIDAYAH ITU SUDAH URUSAN TUHANNYA. TUHAN TIDAK PERLU DIBELA, TAPI TERNYATA BANYAK ORANG MENGAKU PEMBELA TUHAN…..

TAK ADA PERBEDAAN MENCOLOK ANTARA KELAKUAN PEMEKIK TAKBIR-TAKBIR ITU, DAN PEN-DISCO DI VENUE, STADIUM, PITSTOP, ATAU ALEXIS. BAU MULUT YANG KELUAR DARI PENGUMANDANG TAKBIR DAN PEMABUK NYARIS TAK ADA BEDA.

AKU MERINDU SAAT-SAAT TAKBIR DIKUMANDANGKAN DENGAN TULUS.TANPA DISUSUPI NIAT-NIAT POLITIS DAN SEKADAR UNTUK MENCARI SEMATA-MATA SETORAN DARI CUKONG ATAU PENGUSAHA DISKOTIK…..

DUH, TUHAN TAK TAHU LAGI HARUS BERBUAT APA AKU INI? AKU BERLINDUNG KEPADAMU DARI PENGANUTMU YANG SUKA BERBUAT KERUSAKAN DAN ANIAYA. HENTIKAN PERBUATAN MEREKA YANG MERUSAKA NAMAMU ITU. SADARKAN MEREKA YANG SUKA BERBUAT ANIAYA ITU…

03.00 WIB DINI HARI PULO GADUNG, 11 NOVEMBER 2008

Iklan

~ oleh cintauna pada November 10, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: